Senin , 27 September 2021
Home / Sumenep / Gagal Dapat Bantuan Modal, Petani Tembakau Kecam Pemkab Sumenep

Gagal Dapat Bantuan Modal, Petani Tembakau Kecam Pemkab Sumenep

focusmadura.com-tanaman tembakau petani Sumenep

Tahun 2016 Petani Tembakau Dipastikan Gagal  Dan Terpuruk

Sumenep- Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2016, yang awalnya anggaran 5 Milliard ini direncanakan akan di berikan ke 250 kelompok tani, yakni tiap kelompok petani (Poktan)  mendapatkan bantuan sebanyak Rp 20 juta, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep gagal realisasikan bantuan penguatan modal kepada petani tembakau, dengan alasan adanya perubahan aturan.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas kehutanan dan perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep, Joko Suwarno menjelaskan, alasan tidak terealisasinya dana penguatan modal yang diambil dari anggaran (DBHCHT) tahun 2016 kepada petani tembakau, karena berkenaan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28 Tahun 2016  tentang Penggunaan, Pemantauan, Dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2016, tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pemberian Hibah Dan Bantuan Sosial Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah.

“Karena terbit dua peraturan itu, maka terpaksa program itu tidak kami direalisasikan, kepada petani tembakau tahun 2016 ini,”ucapnya Selasa (10/05/2016)

Joko menambahkan, bahwa meski dana penguatan modal sebesar Rp 5 miliar gagal terealisasikan kepada petani tembakau, akan tetapi para petani tetap mendapatkan bantuan, yakni berupa bantuan sarana, handtractor, motor roda tiga, dan pompa air, dalihnya.

Terkait perubahan tersebut, Abu Bakar, petani Tembakau, mengaku sangat kecewa, karena jika memang seperti itu alibi pemerintah daerah yang terkendala oleh peraturan baru, maka dalam kondisi seperti ini pemerintah daerah Kabupaten Sumenep sebaiknya mencari solusi agar kami mendapatkan bantuan modal.

“ kerja pemerintah kan bagaimana cara nya agar rakyatnya sejahtera, jadi Pemkab Sumenep harus dapat cari solusi dalam persoalan ini, agar kami mendapatkan bantuan modal pada musim tanam tembakau tahun ini, jika tidak, maka musim tanam tahun ini kami akan merugi dan sengsara “, kecam Abu Bakar.(syem/ros/red)

 

 

About focus

Lihat Juga

(VIDEO) Kepulauan Sumenep Darurat Narkoba

 

Poros Jalan Desa Buddi Arjasa Berlumpur Bertahun-tahun

Sumenep-, Desa Buddi merupakan salah satu desa yang masuk dalam kecamatan Arjasa, yang terisolir ketika …

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *