Kamis , 25 Februari 2021
Home / Sumenep / Disinyalir Surat Suara Siluman, Ratusan Warga Desa Matana Air Tuntut Pilkades Ulang

Disinyalir Surat Suara Siluman, Ratusan Warga Desa Matana Air Tuntut Pilkades Ulang

Sumenep-, Ratusan Masyarakat dari Desa Matanair, Kecamatan Manding, Sumenep, Madura – Jawa Timur, Jumat malam mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumenep. Jumat, 8 November 2019.

Sejumlah Masyarakat menuntut adanya kejanggalan pad Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) di Desa Matanair, Kecamatan Manding yang diselenggarakan kemarin, Kamis, 7 November 2019.

“kami meminta agar Pemerintah Kabupaten Sumenep, mengusut tuntas adanya kejanggalan pada penyelenggaraan di Desa Matanair, Kecamatan Manding, Sumenep, yakni soal kelebihan surat suara sebanyak 27 surat suara, kemudian data yang kita sepakati itu dihitung¬† 1618 suara, namun menjelang proses penghitungan selesai ternyata surat suara masih lebih, nah kami menuntut itu”, Ungkap Ikbal, Korlap Aksi.

Warga memastikan, surat suara yang lebih tersebut sudah dalam keadaan tercoblos, karena surat suara sudah berada dalam kotak.

“Surat suara siluman itu sudah pasti tercoblos, karena posisinya sudah dalam kotak. dan surat suara yang lebih itupun bindelan, kalau cuma satu atau tiga surat suara itu kita bisa anggap human error tapi ini satu bindel, berarti ini sudah ada indikasi kecurangan yang tidak wajar. Kemarin itu panitia tidak bisa menjelaskan mengenai adanya surat suara yang lebih, tadi pun saat di forum kami meminta untuk bertemu dengan ketua atau panitia, namun tidak bisa karena forum diambil alih oleh Kepala Dinas”, tambahnya.

Selain itu, menurut para warga, hal yang paling fatal yakni saat rapat pleno itu lebih satu dan itu disaksikan oleh seluruh masyarakat. Pihaknya juga berharap agar Pemerintah terkait mengusut tuntas mengenai adanya surat suara yang lebih tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Moh. Ramli,menjelaskan Pilkades di Desa Matanair, Kecamatan Mading, Sumenep tersebut berawal dari kesalah pahaman antara calon, saksi calon ataupun panitia.

“Jadi Pilkades di Desa Matanair ini bermula dari kesalahpahaman antara calon atau saksi calon, dan panitia, padahal secara tekhnis apa yang dilakukan terhadap segala kegiatan di lokasi TPS itu hakekatnya sudah menjadi tanggung jawab bersama antara panitia dengan calon”, Jelasnya.

Pihaknya juga menyampaikan, Jika para calon tidak puas dengan hasil Pilkades bisa menempuh jalur hukum.(fep)

 

About Focus Madura

Lihat Juga

Poros Jalan Desa Buddi Arjasa Berlumpur Bertahun-tahun

Sumenep-, Desa Buddi merupakan salah satu desa yang masuk dalam kecamatan Arjasa, yang terisolir ketika …

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Pria di Sumenep Ditemukan Tewas Dalam Sumur Tua Tak Berair

Sumenep- Seorang pria paruh baya di Desa Masran, Kecamatan Bluto, Sumenep-Jawa Timur ditemukan tewas di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *