Senin , 13 Juli 2020
Home / Sumenep / Dinilai Berdampak Pada Perekonomian Karyawan, Komisi II DPRD Sumenep Sarankan Pabrik Dibuka Kembali

Dinilai Berdampak Pada Perekonomian Karyawan, Komisi II DPRD Sumenep Sarankan Pabrik Dibuka Kembali

Sumenep-, Tanjung Odi, di Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur ditutup sementara, penutupan dilakukan lantaran adanya sejumlah karyawan yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Namun, ditutupnya pabrik rokok PT. tanjung Odi diyakini telah memukul perekonomian ribuan karyawannya.

Atas dasar tersebut, Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep menyarankan kepada pemerintah daerah untuk segera mengizinkan perusahaan tersebut beroperasi kembali, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

”Pemda bersama pabrikan harus duduk bersama, bermusyawarah dari hati ke hati untuk mencari jalan keluar. Sebab, dampak dari penutupan pabrik telah membuat perekonomian sekitar 2.000 karyawannya terhenti,” kata Juhari, anggota Komisi II DPRD Sumenep dalam keterangan kepada awak media, Senin (29/6/2020).

Menurutnya, yang sangat penting yang perlu dibicarakan dalam musyawarah tersebut adalah mencari solusi dan titik temu bagaimana agar perekonomian tetap berjalan.

”Saya tidak bicara soal prosedur, karena Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan jelas memihak pada buruh, sehingga saya menyarankan pabrik kembali dibuka,” imbuhnya.

Saran untuk membuka kembali pabrik, lanjut Juhari, antara lain dengan menimbang PT Tanjung Odi sudah melakukan rapid test terhadap seluruh karyawannya dan ditemukan ada 168 orang yang reaktif. Lalu, terhadap karyawan yang reaktif telah dilakukan tes swab. Mereka yang positif langsung dikarantina, sedangkan yang reaktif telah diistirahatkan untuk menjalani isolasi mandiri. Selain itu juga, pemerintah daerah bersama perusahaan perlu melakukan penelusuran (tracing) penularan Covid-19 pada karyawan Tanjung Odi. Sehingga, diketahui dari mana muasal penularan virus tersebut. Apakah penularan terjadi di dalam atau di luar pabrik.

“tidak elok melakukan penutupan pabrik tanpa mencarikan jalan keluar. Apalagi mengingat kontribusi Tanjung Odi dalam menggerakkan perekonomian Kabupaten Sumenep terbilang cukup besar. Kalau karyawan yang positif dan reaktif sudah terdeteksi, sementara karyawan yang sehat lebih banyak, seharusnya mereka bisa bekerja kembali dengan – sekali lagi – menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” Ungkapnya.(Ros/rid)

 

About Focus Madura

Lihat Juga

PAC IKAPMII Talango Bagikan Puluhan Paket Sembako

Sumenep-, Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1441 H, PAC IKAPMII Kecamatan Talango, Sumenep, …

Jelang Lebaran Ditengah Pandemi, Jurnalis Sumenep Masih Gencar Berbagi Kebaikan

Sumenep-, Pandemi Covid 19 yang tengah melanda Negeri, tak menghalangi para Jurnalis di Kabupaten Sumenep, …

PANDEMI COVID-19, PT GARAM BERIKAN BANTUAN DANA KEMASLAHATAN UMAT

Senin (18/5), ditengah pandemi Covid-19 PT Garam (Persero) terus melakukan aksi sosial kepada masyarakat sekitar. …

Sekian Lama Berharap, Akhirnya Warga Desa Padike Perbaiki Jalan Sendiri

Sumenep-, Tak tahan dengan jalan umum yang rusak sejak puluhan tahun lamanya, Masyarakat Desa Padike, …

Masegit Laju, Masjid Tertua di Sumenep

Sumenep-, Masjid Al-Mukmin Sumenep atau yang lebih dikenal sebagai Masegit Laju menjadi masjid tertua di …

Berbagi, PT Garam Gelontorkan 5000 Paket Sembako Dibeberapa Daerah

Sumenep-,  Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, PT Garam (Persero) melalui Badan Amil Zakat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *