Kamis , 24 September 2020
Home / Sumenep / Dinilai Berdampak Pada Perekonomian Karyawan, Komisi II DPRD Sumenep Sarankan Pabrik Dibuka Kembali

Dinilai Berdampak Pada Perekonomian Karyawan, Komisi II DPRD Sumenep Sarankan Pabrik Dibuka Kembali

Sumenep-, Tanjung Odi, di Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur ditutup sementara, penutupan dilakukan lantaran adanya sejumlah karyawan yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Namun, ditutupnya pabrik rokok PT. tanjung Odi diyakini telah memukul perekonomian ribuan karyawannya.

Atas dasar tersebut, Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep menyarankan kepada pemerintah daerah untuk segera mengizinkan perusahaan tersebut beroperasi kembali, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

”Pemda bersama pabrikan harus duduk bersama, bermusyawarah dari hati ke hati untuk mencari jalan keluar. Sebab, dampak dari penutupan pabrik telah membuat perekonomian sekitar 2.000 karyawannya terhenti,” kata Juhari, anggota Komisi II DPRD Sumenep dalam keterangan kepada awak media, Senin (29/6/2020).

Menurutnya, yang sangat penting yang perlu dibicarakan dalam musyawarah tersebut adalah mencari solusi dan titik temu bagaimana agar perekonomian tetap berjalan.

”Saya tidak bicara soal prosedur, karena Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan jelas memihak pada buruh, sehingga saya menyarankan pabrik kembali dibuka,” imbuhnya.

Saran untuk membuka kembali pabrik, lanjut Juhari, antara lain dengan menimbang PT Tanjung Odi sudah melakukan rapid test terhadap seluruh karyawannya dan ditemukan ada 168 orang yang reaktif. Lalu, terhadap karyawan yang reaktif telah dilakukan tes swab. Mereka yang positif langsung dikarantina, sedangkan yang reaktif telah diistirahatkan untuk menjalani isolasi mandiri. Selain itu juga, pemerintah daerah bersama perusahaan perlu melakukan penelusuran (tracing) penularan Covid-19 pada karyawan Tanjung Odi. Sehingga, diketahui dari mana muasal penularan virus tersebut. Apakah penularan terjadi di dalam atau di luar pabrik.

“tidak elok melakukan penutupan pabrik tanpa mencarikan jalan keluar. Apalagi mengingat kontribusi Tanjung Odi dalam menggerakkan perekonomian Kabupaten Sumenep terbilang cukup besar. Kalau karyawan yang positif dan reaktif sudah terdeteksi, sementara karyawan yang sehat lebih banyak, seharusnya mereka bisa bekerja kembali dengan – sekali lagi – menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” Ungkapnya.(Ros/rid)

 

About Focus Madura

Lihat Juga

Terbukti Bersalah, Bupati Sumenep Wajib Terbitkan SK Baru Kades Matanair

Sumenep-Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sumenep, Madura – Jawa Timur masih menyisakan masalah. …

SERUNYA BERMAIN LAYANGAN DI TAMAN MERDEKA

Sumenep-, Beraneka layang-layang menghiasi langit di ujung timur Kabupaten Sumenep, tepatnya di Taman Merdeka, Kecamatan …

Seorang kakek di Sapeken Diduga Setubuhi Anak Dibawah Umur

SUMENEP, Focusmadura.com – Seorang Kakek berinisial HM, warga Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa timur, diamankan …

Terpergok Tanpa Busana, Warga Kalianget Alami Luka Bacok

SUMENEP, Focusmadura.com – Diduga karena keluar dari kamar istri orang. AHW warga Dusun Kebun kelapa, …

EDARKAN SABU, PEREMPUAN ASAL BLUTO DICIDUK POLISI

Sumenep-, Kepolisian Sektor Bluto, Sumenep, Madura – Jawa Timur berhasil ungkap kasus narkotika jenis sabu, …

Kinant, Sosok Inspiratif Putri Sumenep

Sumenep-, Sosok Kinanti Yuarsyanda, usianya kini baru menginjak 15 tahun. Berbeda dengan remaja putri kebanyakan diseumurannya, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *