Selasa , 18 Februari 2020
Home / Sumenep / Diduga Ada Pemotongan Dana Insentif, Sejumlah Guru di Salah Satu Sekolah Swasta Mengeluh

Diduga Ada Pemotongan Dana Insentif, Sejumlah Guru di Salah Satu Sekolah Swasta Mengeluh

ilustrasi

Sumenep-, sejumlah guru di salah satu Sekolah swasta di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur mengeluh. Keluhan tersebut diduga karena adanya pemotongan dana insentif guru yang telah mengabdi bertahun – tahun di sekolah tersebut.

Menurut salah seorang guru yang tak ingin disebutkan namanya, mengaku, pemotongan dana insentif guru di Bustanul Ulum (sekolah swasta yang berada di Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, Sumenep) bervaiasi, mulai dari 50 persen, bahkan hingga 70 persen. Pihaknya juga menjelaskan, yayasan di sekolahnya dihitung sesuai dengan banyaknya jam mengajar, seperti halnya sistem gaji.

“pertama diberi tahu kalau uang insentif itu sudah keluar, lalu disuruh ambil sendiri ke Bank, kemudian setelah diambil gak taunya disuruh dikumpulkan ke madrasah, tapi sebelumnya tidak ada kesepakatan seperti itu, tapi setelah cair dana tersebut kemudian disetorkan, setelah disetor dikasih lagi kepada penerima tapi tidak utuh, disesuaikan dengan jam ngajar” katanya.

Di sekolah tersebut terdapat 11 guru yang sudah lama melakukan pengabdian dan mendapatkan tunjangan dana insentif. Rinciannya mulai dari guru tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Dengan adanya pemotongan dana insentif tersebut, mereka merasa dirugikan, karena sejak awal para guru mengurus segala administrasi, seperti halnya ke Kemenag dan mengurus rekening sendiri. Para guru merasa takut jika bersuara lantang, apalagi sampai menggugat kepada yayasan yang telah mengambil keputusan secara sepihak.

Terpisah, Moh Tawil, Kasi Pendma Kemenag Sumenep, menjelaskan, pemotongan uang insentif tanpa adanya kesepakatan antara pengelola yayasan dengan guru yang berhak menerima merupakan suatu pelanggaran. Menurutnya dana insentif tersebut merupakan rangsangan bagi para guru agar tetap mengabdi di lembaganya masing – masing.

Ia menegaskan jika yayasan tersebut terbukti melakukan pemotongan dana insentif para guru, pihaknya akan memanggil lembaga tersebut. Sementara penanggungjawab lembaga Bustanul ulum hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan.(Ros/red)

 

About Focus Madura

Lihat Juga

Kadin Sumenep Gelar Musyawarah Kuatkan Komitmen

Sumenep : Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumenep periode 2019-2024 menggelar Musyawarah Kabupaten bertempat di …

Sejumlah Mahasiswa dan Pemuda Kepulauan Sumenep Gelar Aksi ke Kantor Pemkab Sumenep

Sumenep-, Sejumlah Mahasiswa dan Pemuda Kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar aksi di …

(VIDEO) Serunya HKN KE-55, Kampanye GERMAS DINKES Sumenep

Rangkaian HKN ke-55, Dinkes Sumenep Gelar Kampanye Hidup Sehat Sumenep-, Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan …

HUT Ke-6, KFI Wilayah Sumenep Gelar Hunting Bareng

Sumenep-, Dalam rangka HUT (Hari Ulang Tahun) ke 6 Tahun, komunitas Fotografi Indonesia, wilayah Kabupaten …

Pelayanan dan Fasilitas RSUD Moh Anwar Sumenep Dikeluhkan Keluarga Pasien

Sumenep-, Pelayanan RSUD MOh. Anwar, Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali dikeluhkan oleh masyarakat, kurangnya alat …

Wabup Sumenep Masuk Deretan Nama Kepala Daerah Indonesia Penggila Motor

Lifestyle-, Hobi menunggang motor tentunya tidak asing lagi bagi kita saat ini, bahkan beberapa deretan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *