Senin , 23 September 2019
Home / Sumenep / Diduga Ada Pemotongan Dana Insentif, Sejumlah Guru di Salah Satu Sekolah Swasta Mengeluh

Diduga Ada Pemotongan Dana Insentif, Sejumlah Guru di Salah Satu Sekolah Swasta Mengeluh

ilustrasi

Sumenep-, sejumlah guru di salah satu Sekolah swasta di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur mengeluh. Keluhan tersebut diduga karena adanya pemotongan dana insentif guru yang telah mengabdi bertahun – tahun di sekolah tersebut.

Menurut salah seorang guru yang tak ingin disebutkan namanya, mengaku, pemotongan dana insentif guru di Bustanul Ulum (sekolah swasta yang berada di Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, Sumenep) bervaiasi, mulai dari 50 persen, bahkan hingga 70 persen. Pihaknya juga menjelaskan, yayasan di sekolahnya dihitung sesuai dengan banyaknya jam mengajar, seperti halnya sistem gaji.

“pertama diberi tahu kalau uang insentif itu sudah keluar, lalu disuruh ambil sendiri ke Bank, kemudian setelah diambil gak taunya disuruh dikumpulkan ke madrasah, tapi sebelumnya tidak ada kesepakatan seperti itu, tapi setelah cair dana tersebut kemudian disetorkan, setelah disetor dikasih lagi kepada penerima tapi tidak utuh, disesuaikan dengan jam ngajar” katanya.

Di sekolah tersebut terdapat 11 guru yang sudah lama melakukan pengabdian dan mendapatkan tunjangan dana insentif. Rinciannya mulai dari guru tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Dengan adanya pemotongan dana insentif tersebut, mereka merasa dirugikan, karena sejak awal para guru mengurus segala administrasi, seperti halnya ke Kemenag dan mengurus rekening sendiri. Para guru merasa takut jika bersuara lantang, apalagi sampai menggugat kepada yayasan yang telah mengambil keputusan secara sepihak.

Terpisah, Moh Tawil, Kasi Pendma Kemenag Sumenep, menjelaskan, pemotongan uang insentif tanpa adanya kesepakatan antara pengelola yayasan dengan guru yang berhak menerima merupakan suatu pelanggaran. Menurutnya dana insentif tersebut merupakan rangsangan bagi para guru agar tetap mengabdi di lembaganya masing – masing.

Ia menegaskan jika yayasan tersebut terbukti melakukan pemotongan dana insentif para guru, pihaknya akan memanggil lembaga tersebut. Sementara penanggungjawab lembaga Bustanul ulum hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan.(Ros/red)

 

About Focus Madura

Lihat Juga

Harga Garam Madura Murah, PT. Garam Disinyalir Pecat Buruh

Sumenep-, Diduga dampak dari murahnya harga garam madura yang terjadi saat ini, sejumlah buruh PT. …

Kebakaran Hanguskan Tiga Unit Toko Di Sumenep

Sumenep-, Kebakaran Terjadi di Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura -JawaTimur, Sabtu, 31 Agustus 2019. Akibat kebakaran …

Breaking News : Sebuah Toko Bangunan di Sumenep Hangus Terbakar

Sebuah toko di Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura – Jawa Timur ludes terbakar. Sebuah toko bangunan …

Gelar Aksi, Pemuda Petambak Garam Minta Presiden Cabut Pernyataan Soal Garam Madura Jelek

Sumenep, Sejumlah pemuda petambak garam di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, jumat pagi mendatangi kantor …

Panitia Pilkades : Dalam Perbup Tak Ada Aturan CAKADES Harus Putra Desa

Sumenep-, Bentrok antar kelompok warga terjadi di Desa Aeng Baja Kenek, Sumenep, Madura, Jawa Timur, …

Tolak Calon Kades Dari Luar, Dua Kelompok Warga di Sumenep Terlibat Bentrok

Sumenep-, Bentrok antar kelompok warga terjadi di Desa Aeng Baja Kenek, Sumenep, Madura, Jawa Timur, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *