Senin , 8 Maret 2021
Home / Sumenep / Diduga Ada Pemotongan Dana Insentif, Sejumlah Guru di Salah Satu Sekolah Swasta Mengeluh

Diduga Ada Pemotongan Dana Insentif, Sejumlah Guru di Salah Satu Sekolah Swasta Mengeluh

ilustrasi

Sumenep-, sejumlah guru di salah satu Sekolah swasta di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur mengeluh. Keluhan tersebut diduga karena adanya pemotongan dana insentif guru yang telah mengabdi bertahun – tahun di sekolah tersebut.

Menurut salah seorang guru yang tak ingin disebutkan namanya, mengaku, pemotongan dana insentif guru di Bustanul Ulum (sekolah swasta yang berada di Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, Sumenep) bervaiasi, mulai dari 50 persen, bahkan hingga 70 persen. Pihaknya juga menjelaskan, yayasan di sekolahnya dihitung sesuai dengan banyaknya jam mengajar, seperti halnya sistem gaji.

“pertama diberi tahu kalau uang insentif itu sudah keluar, lalu disuruh ambil sendiri ke Bank, kemudian setelah diambil gak taunya disuruh dikumpulkan ke madrasah, tapi sebelumnya tidak ada kesepakatan seperti itu, tapi setelah cair dana tersebut kemudian disetorkan, setelah disetor dikasih lagi kepada penerima tapi tidak utuh, disesuaikan dengan jam ngajar” katanya.

Di sekolah tersebut terdapat 11 guru yang sudah lama melakukan pengabdian dan mendapatkan tunjangan dana insentif. Rinciannya mulai dari guru tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Dengan adanya pemotongan dana insentif tersebut, mereka merasa dirugikan, karena sejak awal para guru mengurus segala administrasi, seperti halnya ke Kemenag dan mengurus rekening sendiri. Para guru merasa takut jika bersuara lantang, apalagi sampai menggugat kepada yayasan yang telah mengambil keputusan secara sepihak.

Terpisah, Moh Tawil, Kasi Pendma Kemenag Sumenep, menjelaskan, pemotongan uang insentif tanpa adanya kesepakatan antara pengelola yayasan dengan guru yang berhak menerima merupakan suatu pelanggaran. Menurutnya dana insentif tersebut merupakan rangsangan bagi para guru agar tetap mengabdi di lembaganya masing – masing.

Ia menegaskan jika yayasan tersebut terbukti melakukan pemotongan dana insentif para guru, pihaknya akan memanggil lembaga tersebut. Sementara penanggungjawab lembaga Bustanul ulum hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan.(Ros/red)

 

About Focus Madura

Lihat Juga

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Pria di Sumenep Ditemukan Tewas Dalam Sumur Tua Tak Berair

Sumenep- Seorang pria paruh baya di Desa Masran, Kecamatan Bluto, Sumenep-Jawa Timur ditemukan tewas di …

(VIDEO)Pendaftaran Fattah Jasin-Kiai Fikri Belum Usai, Ra-Mamak Dijemput Relawan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *