Minggu , 24 Oktober 2021
Home / Bangkalan / Dianggap Tidak Becus, DPRD Minta Kadispora Bangkalan Dicopot

Dianggap Tidak Becus, DPRD Minta Kadispora Bangkalan Dicopot

focusmadura.com-sidak DPRD Bangkalan

Kami melihat Disporabudpar ini lebih besar pasak daripada tiang

Kinerja para pejabat di lingkungan Pemkab Bangkalan mendapat sorotan tajam dari kalangan legislatif. Pasalnya, pejabat tersebut tidak mampu berinovasi untuk mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikant.
Namun, malah sebaliknya yakni pandai menghabiskan anggaran. Salah satu pejabat yang paling disorot kinerjanya adalah Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar).

Bahkan, dewan menilai pejabat tersebut layak dicopot dari posisinya. “Kami menilai Kepala Disporabudpar tidak layak menempati posisi yang sekarang. Karena tidak mampu berinovasi untuk mendatangkan PAD,” terang Anggota Komisi D DPRD Bangkalan, Abdul Rohman, Selasa (26/4/2016).
Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan mengirimkan surat rekomendasi pada Bupati Bangkalan (Makmun Ibnu Fuad) supaya mengganti Kepala Disporabudpar dengan pejabat lain, karena sudah tidak layak.
Kritikan pedas lainnya juga disampaikan Wakil Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Mukaffi Anwar.

Politisi PDI P ini menyebut Disporabudpar mendapat dana perawatan dari APBD sebesar Rp 1,8 miliar setiap tahun. “Dana tersebut untuk biaya perawatan lapangan karapan sapi, SGB dan GOR. Namun, setelah kami sidak tadi di lapangan karapan sapi seperti tidak terawatt, banyak rumput liar tumbuh. Begitu juga dengan GOR Sultan Abdul Kadirun banyak yang bocor,” ucap Mukaffi.
Pria asal Kwanyar ini mengaku heran. Dana perawatan sebesar itu, tetapi lapangan Karapan Sapi dan GOR seperti tidak terawat. Ironis, biaya yang dikeluarkan untuk perawatan sangat besar, namun tidak diimbangi dengan pendapatan. “Anggaran untuk perawatan Rp 1,8 miliar, sedangkan PAD-nya hanya Rp 583 juta pertahun. Berarti pemkab Bangkalan rugi. Kami melihat Disporabudpar ini lebih besar pasak daripada tiang,” ungkapnya.
Menurut Mukaffi, kondisi tersebut terjadi lantaran pejabatnya kurang mempunyai rasa memiliki, sehingga PAD jauh dari biaya yang telah dikeluarkan. Disamping itu, juga karena kurang kreatif untuk meningkatkan PAD.

“Saya minta Disporabudpar bisa berinovasi untuk meningkatkan PAD. Jika biaya yang dikeluarkan Rp 1,8 miliar, minimal PAD yang didapat Rp 2,5 miliar, bukan dibawah ini. Kalau nanti Disporabudpar tidak sanggup, lebih baik dipihakswastakan,” tukasnya.
Terpisah, Kepala Disporabudpar Siti Aminah Rachmawati, tidak berhasil diklarifikasi. Ketika didatangi ke kantornya tidak ada. Lalu dikonfirmasi lewat ponselnya tidak diangkat. (msr/ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

Tabrak Fuso, 2 orang 1 Balita Penumpang Travel Tewas

Bangkalan-, Mobil travel M2 terlibat kecelakaan kemarin Senin (20/3/2017). Mobil Xenia putih bernopol N 1273 …

Tersinggung, Pria di Bangkalan Bacok Tetangganya Hingga Tewas

Bangkalan-, Diduga karena tersinggung dengan teguran tetangganya, pria di bangkalan bacok tetangganya hingga tewas. Jumlah …

Tak Terbukti Mengandung Zat Terlarang, 1.530 Permen Dot Dikembalikan

Bangkalan-, Setelah melalui uji Laboratium BPOM dan BNN Provinsi Jawa Timur, ribuan permen dot yang …

Razia Gabungan, Petugas Amankan 1.530 Botol Permen Dot di Bangkalan

Bangkalan-, Gelar razia gabungan ke berbagai toko, Polres Bangkalan, Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja …

Korban Pembunuhan dengan Leher Nyaris Putus Temukan Titik Terang

   Bangkalan-, Kasus Pembunuhan Jamal yang ditemukan tewas sekitar 50 meter dari rumahnya dengan luka …

Polda Jatim Ikut Ungkap Dugaan Kasus Pembunuhan di Bangkalan

Ilustrasi Bangkalan-, Polda Jatim bantu Polres Bangkalan dan terjunkan anjing pelacak untuk ungkap kasus pembunuhan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *