Minggu , 1 Agustus 2021
Home / Sumenep / DBH-CHT Rp 1,3 Milliard Dinas Peternakan Sumenep Potensi Tidak Tepat Sasaran

DBH-CHT Rp 1,3 Milliard Dinas Peternakan Sumenep Potensi Tidak Tepat Sasaran

focusmadura.com-tanaman tembakau petani Sumenep

Petani Tembakau Adalah Prioritas Penerima DBH-CHT

Sumenep-Bantuan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep tahun 2016, yang berupa sapi ternak sasaranya ternyata tak hanya kepada kelompok tani (Poktan) tembakau.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep Arif Rusdi menjelaskan bantuan DBHCHT tahun 2016 di Dinas Peternakan sebesar Rp1,3 miliar akan dialokasikan tidak hanya kepada poktan penghasil tembakau saja. Alasan pihaknya mengesahkan pengajuan kepada semua kelompok meskipun bukan penghasil tembakau, karena mayoritas di Sumenep merupakan penghasil tembakau, meskipun begitu ia berjanji akan memprioritaskan kepada penghasil tembakau.

“untuk jumlah penerimanya sebanyak 27 kelompok, dengan nominal sama dengan tahun lalu,”teranganya  Jumat (29/04/2016)

Dengan realisasi sampai saat ini menunggu pendataan kelompok yang masuk. Untuk pengadaan sapi karena nilainya Rp200 juta maka akan ditenderkan.

Menanggapi hal ini, Abu Bakar, petani Tembakau, menjelaskan bahwa,  berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

” Harusnya kami (petani tembakau) yang sudah berkontribusi lah yang harus diprioritaskan “, tegas Abu Bakar.

Untuk nama kegiatan dan sub kegiatan dalam peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebaiknya jadikan nama program dan kegiatan dalam APBD, dikarenakan dalam PMK tercantum 5 (lima) kegiatan dengan beberapa sub kegiatan, maka untuk 5 (lima) kegiatan tersebut, jadikan program untuk dicantumkan dalam APBD, menjadi :
– Program Peningkatan kualitas bahan baku industri hasil tembakau.
– Program Pembinaan industri hasil tembakau.
– Program Pembinaan lingkungan sosial.
– Program Sosialisasi ketentuan di bidang cukai.
– Program Pemberantasan barang kena cukai illegal.

Abu Bakar menambahkan, Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep Madura,terkesan akan salah sasaran, dalam menyalurkan program DBHCTHT tahun 2016 ini, yang seharusnya lebih memperhatikan kondisi petani tembakau dan lingkunganyang terkenan dampak langsung dari kegiatan tanaman Tembakau, imbuhnya.(sym/ros/red)

 

 

About focus

Lihat Juga

(VIDEO) Kepulauan Sumenep Darurat Narkoba

 

Poros Jalan Desa Buddi Arjasa Berlumpur Bertahun-tahun

Sumenep-, Desa Buddi merupakan salah satu desa yang masuk dalam kecamatan Arjasa, yang terisolir ketika …

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *