Senin , 1 Maret 2021
Home / Lifestyle / Cerita Seru Komunitas Muslim di Negara Ini Puasa 19 Jam

Cerita Seru Komunitas Muslim di Negara Ini Puasa 19 Jam

Umat Muslim di seluruh dunia kini tengah beribadah puasa Ramadan. Tak terkecuali bagi mereka yang tinggal di daerah dengan minoritas penduduk Muslim, seperti Selandia Baru.

Presiden Asosiasi Muslim Manawatu, Zulfiqar Butt, mengatakan, sekitar 100-an Muslim berkumpul di Palmerston North’s Anzac Park pada Jumat malam untuk mencoba melihat bulan baru, yang menandai dimulainya bulan Ramadan. Mereka berbagi teh dan kopi, dan melakukan salat Magrib bersama.

“Kami bersama-sama mengajarkan anak-anak pentingnya melihat hilal bulan,” kata Zulfiqar Butt

Meski tak dapat melihat bulan, Ramadan dimulai pada hari Minggu secara serentak di Selandia Baru.

Zulfiqar Butt mengatakan, Ramadan jauh lebih mudah untuk dijalani di Selandia Baru daripada negara lain.

“Hanya 12 jam (puasa). Bila Anda berada di Eropa atau Timur Tengah, selain bersuhu hingga 40 derajat, Anda juga berpuasa selama 18 atau 19 jam,” ungkapnya.

Bagian yang paling sulit bagi orang-orang Muslim di Selandia Baru adalah, bangun pagi-pagi sekali untuk makan dan berdoa saat sahur, kembali tidur, lalu bangkit lagi dan bersiap-siap bekerja, katanya.

“Manajer saya tahu saya sedang mengamati, dan mereka menghindari menawarkan sesuatu untuk dimakan,” akunya.

Rekan kerja Zulfiqar Butt juga berusaha tidak makan di depannya selama bulan Ramadhan.

Di Selandia Baru, Kota Auckland menjadi rumah yang ramah bagi Muslim di Selandia Baru. 63 persen penduduk Selandia Baru yang beragama Muslim menetap di Auckland.

Di sana, terdapat komunitas Muslim bernama New Zealand Muslim Association atau NZMA dan membangun Islamic Center pada 1957 di Jlana Hargrave Auckland.

Di kota tersebut, setidaknya terdapat lima masjid besar, dan belum termasuk masjid kecil serta masjid-masjid yang berada dalam bagian fasilitas umum seperti bandara dan kantor pemerintahan.

Masyarakat muslim Selandia Baru yang menetap di Auckland biasa mengadakan pasar Hari Raya atau Eid Fast yang sudah dihelat sejak 1999 sebagai ajang silaturahmi dan bazar kebutuhan bagi kaum Muslim seperti sajadah, jilbab, dan makanan halal.(suara.com)

 

About focus

Lihat Juga

Yang Harus Dilakukan Saat Menghadapi Tsunami

Tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu yang artinya pelabuhan, dan nami yang artinya gelombang. Tsunami dikenal sebagai gelombang pelabuhan …

5 Pemikiran Gila Bob Sadino yang Bisa Memotivasi Anda Untuk Sukses

Lifestyle- Pemikiran gila Bob Sadino kerap mempengaruhi banyak orang dalam dunia wirausaha. Bagaimana tidak, pemikirannya …

Perempuan Keris : Saya Masih Akan Menjadi ‘Perempuan’ Di Garis Tepi Melawan Batas Wajar

Setiap tahun, tepatnya tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Ya, Raden Ajeng Kartini adalah …

Inilah Potret Blusukan Ala Nia Kurnia Fauzi

Sumenep-, Siang itu dengan cuaca yang panas menyengat, Nia Kurnia Fauzi, Istri orang nomor dua …

Festival Batik Abaikan Keindahan Taman Adipura Sumenep

Sumenep – Pagelaran Festival Batik On The Street menyisakan pemandangan yang tidak enak, hal tersebut dibuktikan …

Dunia Pariwisata Sumenep Menjadi Primadona Bagi Wisatawan Asing

Sumenep – Kunjungan ratusan wisatawan asing ke Kabupaten Sumenep mulai menggeliat, terbukti pada trip ke dua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *