Minggu , 24 Oktober 2021
Home / Budaya / Budayawan : Kapan Islam Mulai Masuk Di Sumenep

Budayawan : Kapan Islam Mulai Masuk Di Sumenep

focusmadura.com- Pendopo Keraton Sumenep

Masih Abu-abu, Legitimasi nya Masih Membutuhkan Penelusuran Lebih Dalam Lagi

Sumenep- Informasi dalam beberapa literatur sejarah maupun babad di Madura, menurut Budayawan Madura, Edhi Setiawan, SH belum bisa menjawab kapan tepatnya Islam masuk Kabupaten paling timur di Nusa Madura ini.

“Masih perlu kajian mendalam. Kita selama ini mendengar info bahwa Islam sudah di masa Jokotole. Tapi itu versi babad. Belum bisa dibuktikan kebenarannya,”kata Edhi, dalam sebuah bincang-bincang budaya bersama Media Center.

Pun, meski dalam daftar penguasa Sumenep ada yang berjuluk Panembahan, dan notabene merupakan penguasa jauh sebelum Jokotole, juga tak lantas bisa dijadikan acuan.

“Panembahan di masa itu masih belum umum digunakan. Nama Joharsari juga bukan nama-nama yang umum untuk masa itu,” katanya.

Oleh karenanya Edhi berpendapat, jika Islam mulai jadi agama kerajaan di masa setelah Jokotole. Sedang sebelum itu, masih abu-abu. “Artinya bisa saja Islam sudah ada yang menganut. Tapi dikatakan masuk ke suatu daerah, jika penguasanya memang sudah menganutnya,”imbuh Edhi.

Terpisah, salah seorang pemerhati sejarah di Sumenep, RB. Moh. Muhlis, berpendapat jika data yang selama ini ada tetap menjadi acuan selama belum ada data pembanding, atau hasil penelitian baru.

“Kalau selama ini catatan yang ada penguasa Sumenep yang sudah memeluk Islam sejak kurun 1300-an. Info ini jelas didukung oleh banyak riwayat lisan atau tulisan. Ya, memang ada yang bersumber pada babad,”jelasnya.

Namun, meski begitu, Muhlis sepakat jika harus ada upaya-upaya pelurusan sejarah jika memang ditemukan bukti-bukti baru.

“Sejarah itu dinamis. Ia memang kadang dijadikan alat kekuasaan. Alat legitimasi. Tapi di era ini, sejarah harus digali lagi, sampai terungkap hingga ke akar-akarnya,”pungkas Muhlis. (ANG/red)

 

 

About focus

Lihat Juga

Mendikbud dukung usulan Senapati Nusantara soal Hari Keris Nasional

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Efendi menerima audiensi Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji …

Kirab Pusaka Keraton Sumenep Sita Perhatian Wisatawan Asing

Sumenep – Usai melalui prosesi penjamasan di Desa Aeng Tong-tong, pusaka keraton akhirnya dikirab kemabli …

Diikuti ribuan peserta, JJS EGRANG Sumenep sebagai pelestari budaya Indonesia

Sumenep – Jalan-jalan sehat (JJS) Egrang, merupakan sebuah hal yang baru di Indonesia pada umum nya, …

KABUPATEN SUMENEP DUKUNG RENCANA PENETAPAN HARI KERIS NASIONAL

Bertempat di rumah dinas Wakil Bupati Sumenep, tokoh perkerisan sumenep yang juga wakil bupati Sumenep …

Perempuan Keris : Saya Masih Akan Menjadi ‘Perempuan’ Di Garis Tepi Melawan Batas Wajar

Setiap tahun, tepatnya tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Ya, Raden Ajeng Kartini adalah …

Batik On The Sea Pecundangi Sumenep

Sumenep-, Sedikitnya terdapat 45 stand yang ditampilkan pada acara Batik On The Sea di Pantai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *