Minggu , 28 Februari 2021
Home / Kepulauan / Bola Panas KMP DBS III, Siapa Perencana, Siapa Pembuat dan Siapa Menolak…

Bola Panas KMP DBS III, Siapa Perencana, Siapa Pembuat dan Siapa Menolak…

Sumenep – Polemik tentang keberadaan kapal baru milik Pemkab Sumenep, KMP DBS III saat ini tengah menjadi bola panas yang bergulir kemana-mana, mulai sejak gaduh perekrutan djajaran direksi PT Sumekar Line selaku operator kapal tersebut, hingga salah satu BUMD yang bergerak dibidang jasa pelayaran komersil tersebut kini dengan tegas menolak kapal tersebut dan memilih mengembalikan kapal yang dibanderol senilai 39 Milliard tersebut.

Darimanakah anggaran untuk membeli kapal tersebut?, Pembuatan kapal tersebut direncanakan sejak tahun 2013 lalu dengan bantuan dana awal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar 22 M, sementara sisanya Rp. 17 M di anggarkan Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui APBD.

Kenapa PT Sumekar Line menolak?, seperti halnya menyerah terhadap tantangan baru, inilah yang dipaparkan oleh Direktur Pelaksana PT Sumekar yang baru dilantik pada beberapa waktu yang lalu, Ahmad Zainal Arifin, dimana dirinya menjelaskan, bahwa kapal yang digadang-gadang merupakan transportasi yang melayani pelayaran komersil kepulauan, dengan design canggih dan tahan ombak ini rencananya akan berlayar ke Kangean, tapi selalu gagal karena beberapa faktor.

Sementara beberapa faktor yang membuat pelayaran gagal dilakukan, karena sejumlah fasilitas KM DBS III banyak yang tidak normal, seperti mesin tidak normal dan AC (Air Conditioner) mati.

“ jika kapal DBS III belum normal, kami menolak untuk mengoperasikannya “, ungkap Zainal.

Sementara itu, menurut Bupati Sumenep Busro Karim, pihaknya membenarkan bahwa telah menerima laporan tersebut, dan dirinya juga membenarkan bahwa ada beberapa kendala yang dialami kapal tersebut, yakni seperti adanya permasalahan pada pendingin ruangan (AC), kencangnya getaran mesin yang tidak sesuai dengan laju kecepatan kapal tersebut, sehingga pihaknya selaku pemerintah daerah Kabupaten Sumenep pun memilih untuk mengembalikan kapal tersebut ke piha pembuat, yakni PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI).

“ kami kembalikan ke si pembuat, kan ini juga dalam masa pemerilaharaan juga “, jelas Busro usai menghadiri rapat paripurna di kantor DPRD Sumenep.

Menanggapi persoalan tersebut, Abd Rahman, salah satu warga kepulauan Arjasa Sumenep, mengaku sangat kecewa dengan program pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut, karena selain bermasalahnya infrastruktur di wilayah kepulauan Sumenep, kali ini di sisi transportasinya pun terkesan tidak serius.

“ infrastruktur di wilayah kepulauan sangat minim selama beberapa tahun terakhir ini, ini kok hanya pengadaan kapal kok masih tidak serius, padahal hanya ini saja yang kami harapkan “,ungkap Rahman.

Menurut Rahman, jika berbicara persoalan fasilitas transportasi laut, bagi orang kepulauan Sumenep merupakan suatu hal yang sangat penting, namun kenapa kapal DBS III yang dinanti-nanti tidak kunjung dengan segera dinikmati warga kepulauan, jika Bupati beralasan kapal masih dalam masa pemeliharaan, kenapa kapal bermasalah ya dibeli, padahal pembelian kapal tersebut menurutnya bersumber uang negara, yang dikomersilkan ke rakyatnya sendiri, namun faktanya rakyat kepulauan pun akhirnya harus gigit jari untuk sementara waktu ini.

” ini kapal Pemkab yang beli, lalu perencanaannya seperti apa, kok masih juga bermasaah begini “, singgung Rahman.

Atas polemik tersebut, pihak pembuat kapal PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI) belum mengeluarkan pernyataan resmi, dan seperti diketahui bahwa, kapal DBS III  yang ditunggu-tunggu Masyarakat kepulauan ini memiliki kapasitas dengan 300 orang penumpang, yang terbagi atas tiga kelas. Kelas I sebanyak 10 orang, kelas II 45 orang, dan kelas III 252 orang.(ros)

 

About Focus Madura

Lihat Juga

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Pria di Sumenep Ditemukan Tewas Dalam Sumur Tua Tak Berair

Sumenep- Seorang pria paruh baya di Desa Masran, Kecamatan Bluto, Sumenep-Jawa Timur ditemukan tewas di …

(VIDEO)Pendaftaran Fattah Jasin-Kiai Fikri Belum Usai, Ra-Mamak Dijemput Relawan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *