Kamis , 25 Februari 2021
Home / Sumenep / Berlangsung Ricuh, Pemungutan Suara Pilkades Juruan Laok Dihentikan Sementara

Berlangsung Ricuh, Pemungutan Suara Pilkades Juruan Laok Dihentikan Sementara

Sumenep-, Pemungutan suara Pilkades serentak di Desa Juruan Laok, Kecamatan Batu Putih, Sumenep, Madura – Jawa Timur berlangsung ricuh, Kamis 7 November 2019.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah massa mendatangi Tempat Pemunutan Suara, dan meminta untuk menghentikan proses pemungutan suara dihentikan, namun karena permintaan tersebut tak dituruti, sejumlah massa tersebut pun marah dan merusak sejumlah fasilitas di lokasi pemungutan suara seperti kursi, surat suara, kotak suara, hingga tenda.

“Sebelumnya berjalan kondusif, namun sekitar jam 10.00 WIB datang sekumpulan massa datang dan meminta proses pemungutan suara itu dihentikan, kemudian kami tanyakan kepada massa tersebut, untuk apa, kemudian massa tersebut tetap meminta untuk menghentikan proses pemungutan suara tersebut, kemudian kita katakan, sampaikan saat ini tidaknada perintah untuk menghentikan proses pilkades”, Kata Hartono, Ketua Pelaksana.

Lanjut Hartono, setelah itu kemudian mereka merengsek dan memegangi kedua tangannya, meski begitu Hartono tidak melakukan perlawanan. “Saat itu baju yang saya pakai sudah robek, 2 handphone di rampas, kopyah yang saya pakai juga diambil. Beruntung ada satu Anggota TNI yang datang dan mengevakuasi saya ke sekretariat Pilkades Desa Juruan Laok”, Jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort Sumenep, AKBP Muslimin mengungkapkan, dengan kondisi yang tidak memungkinkan tersebut, pihaknya sebagai Aparat Kepolisian mengambil sikap, dan memutuskan Pilkades di Desa Juruan Laok dihentikan sementara.

“dengan kondisi seperti ini, kami selaku Aparat Kepolisian mengambil suatu Diskresi Kepolisian bahwa hal tersebut tidak bisa diteruskan, dan Pilkades di Desa Juruan Laok untuk sementara dihentikan. Dan untuk langkah – langkah selanjutnya kita akan rapatkan lagi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep serta Panitia Pilkades tingkat Kabupaten”, Ungkapnya.

Pihaknya juga berharap, Pemerintah Kabupaten Sumenep ataupun Panitia Pelaksana Pilkades di Kabupaten Sumenep, untuk menjaga kondusivitas Pilkades tersebut agar dilakukan pemecahan TPS sehingga kerumunan massa menjadi lebih sedikit dan massa tidak berkumpul menjadi satu, Karena potensi gangguan Kamtibmas membesar bilamana kerumunan massa membesar.(Ros/red)

 

About Focus Madura

Lihat Juga

Poros Jalan Desa Buddi Arjasa Berlumpur Bertahun-tahun

Sumenep-, Desa Buddi merupakan salah satu desa yang masuk dalam kecamatan Arjasa, yang terisolir ketika …

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Pria di Sumenep Ditemukan Tewas Dalam Sumur Tua Tak Berair

Sumenep- Seorang pria paruh baya di Desa Masran, Kecamatan Bluto, Sumenep-Jawa Timur ditemukan tewas di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *