Senin , 18 Oktober 2021
Home / Kesehatan / Berat Bayi Lahir Rendah, Waspadai Risiko Diabetes

Berat Bayi Lahir Rendah, Waspadai Risiko Diabetes

o_1b32dg48g1pnvqcm1i14nnanoma

Bayi Para ibu hamil, jangan senang dulu jika berat badan Anda tak terlalu mengalami kenaikan berat badan secara drastis selama kehamilan.

Pasalnya, kondisi ini, kata pemenang Novartis BioCamp 2015, dr Laurentya Olga, bisa berdampak pada berat badan bayi saat lahir yang rendah, yaitu kurang dari 2.5 kilogram. Bila ini yang terjadi, maka tinggi kemungkinan buah hati Anda akan terkena diabetes saat dewasa.

Lebih lanjut perempunan yang akrab disapa Olga ini menegaskan bahwa apa yang terjadi di awal kehidupan sangat mempengaruhi kondisi bayi berpuluh-puluh tahun kemudian.

“Alasannya apa yang terjadi di dalam kandungan sifatnya permanen. Bayi lahir berat badan rendah kan berarti kurang gizi, nah kurang gizi ini membuat fungsi sel beta yang memproduksi insulin akan mengalami kelainan, sehingga dampaknya anak bisa berisiko diabetes saat dewasa,” ujarnya¬† di Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Olga menambahkan, bayi yang lahir dengan berat badan rendah biasanya juga akan diberikan asupan yang berlebihan oleh orangtuanya sebagai upaya mengintervensi berat badannya. Pada gilirannya hal ini akan membuat anak obesitas yang menjadi pintu gerbang dari risiko diabetes.

“Anak yang kurang gizi saat lahir juga biasanya memiliki postur tubuh pendek atau stunting. Dan anak yang stunting ini respon insulinnya juga kurang yang meningkatkan risiko diabetes. Dan Indonesia ini negara lima teratas yang paling banyak bayi lahir dengan kondisi stunting,” tambah dia.

Oleh karena itu, kata Olga, kehamilan merupakan fase yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya oleh pasangan. Ia juga menegaskan bahwa intervensi setelah kelahiran tidak berpengaruh banyak pada tumbuh kembang bayi.

“Ini PR kita bersama untuk meningkatkan kesadaran di kalangan kita semua bahwa kesehatan ibu dan bayi itu penting. Karena kehamilan yang benar-benar diperhatikan itu merupakan tolak ukur untuk mewujudkan generasi yang lebih baik,” pungkasnya.(suara.com)

 

About focus

Lihat Juga

Pentingnya Ruang Keluarga untuk Hubungan Orangtua dan Anak

Ruang keluarga merupakan bagian terpenting yang berdampak langsung terhadap suasana hati, dan kedekatan hubungan keluarga. …

Apa Bedanya Antara Hepatitis B dan C?

Penyakit hepatitis tentu tak asing lagi di telinga. Namun, penyakit hati ini terdiri dari berbagai …

Kandungan dalam Kopi Ini Bikin Anda Berumur Panjang

Tahukah Anda, ada satu keuntungan tak terduga dari secangkir kopi yang diminum di pagi hari. …

Waspada! Anak Sulit Sarapan Risiko Kekurangan Gizi Menghantui

Sarapan adalah makanan yang paling penting untuk memulai aktivitas sehari-hari. Ini penting karena seseorang harus …

Apa Manfaat Anak Ikut Lomba “17 Agustusan”? Ini Kata Psikolog

Selain upacara bendera, kegiatan yang identik dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah perlombaan. Mulai …

Risiko Penularan Hepatitis B ke Anak Masih Tinggi

Indonesia masih diintai virus hepatitis. Meski angka kejadian hepatitis di Indonesia dilaporkan menurun, masyarakat diimbau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *