Sabtu , 6 Maret 2021
Home / Sumenep / Beginilah Kisah Miris Nenek Astami Belasan Tahun Bertempat Tinggal di Kandang Sapi  

Beginilah Kisah Miris Nenek Astami Belasan Tahun Bertempat Tinggal di Kandang Sapi  

 

DSC07303

Tidak ada Perhatian Pemerintah, Nenek Malang Ini Hidup Serba Terbatas

Sumenep-Puluhan tahun seorang nenek bernama Astami warga Dusun Aengnyeor Desa Lobuk Kecamatan Bluto Sumenep, menjalani kehidupan sehari-hari  seorang diri di kandang sapi miliknya sendiri, bahkan nenek yang sudah berusia lanjut tersebut belum pernah berkeluaga.

warga Dusun Aengnyeor Desa Lobuk Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep Astami, mengatakan dirinya tinggal dan beraktifitas dikandang sapi miliknya sejak 15 tahun lalu, alasan dirinya milih bertempat tinggal di kandang sapi disebabkan karena tidak punya tempat tinggal.

“Karena saya tidak punya tempat tinggal lagi iya tinggal di kandang ini, meskipun jika hujan kadang atapnya bocor,”terangnya.

Selama belasan tahun dirinya hidup dan menghabiskan sisa hidupnya dikandang sapi, tidur dan makan di tempat kadang yang miliknya sendiri, ia juga tidak perduli  bau dengan kotoran sapi maupun nyamuk yang setiap saat menggigitnya,  karena sudah tidak punya rumah lagi sebagai tempat tinggal.

“untuk tahun ini saya tidak mendapatkan bantuan apapun dari Pemerintah Sumenep, cuman tahun kemarin saya mendapat bantuan,”terangnya

Meskipun belasan tahun hidup ditempat yang bisa dikatakan bukan tempat tinggal Astami tetap menjalankan ibadah puasa, menurutnya bukan alasan bagi dirinya untuk tidak menjalakan ibadah puasa meskipun hidupnya bertempat tinggal dikandang sapi.

Saya beraktifitas beternak sapi  itu sapi bukan milik saya, saya hanya memelihara untuk mendapatkan bagian dari sapi tersebut bila dijual, nanti,”terangnya

Pada bulan puasa tahun 2016 ini dalam menjalankan ibadah puasa untuk makan sahur dan berbuka puasa ia numpang dari kerabat terdekat bahkan yang lebih miris harus menunggu kiriman orang yang membawakan makananan untuknya.

Seperti diketahui, dalam kondisi nenek Astami ini, dirinya sangat jarang bahkan nyaris tidak pernah tersentuh oleh program pemerintah, sehingga membuat kondisi nya saat semakin miris dan rapuh.(syem/Ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Pria di Sumenep Ditemukan Tewas Dalam Sumur Tua Tak Berair

Sumenep- Seorang pria paruh baya di Desa Masran, Kecamatan Bluto, Sumenep-Jawa Timur ditemukan tewas di …

(VIDEO)Pendaftaran Fattah Jasin-Kiai Fikri Belum Usai, Ra-Mamak Dijemput Relawan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *