Senin , 13 Juli 2020
Home / Sumenep / Baru Dibangun, Proyek Drainase di Desa Pangarangan Rusak

Baru Dibangun, Proyek Drainase di Desa Pangarangan Rusak

Sumenep – Proyek pembangunan drainase yang berlokasikan di Jl. Kartini – Jati Emas Desa Pangarangan Kecamatam Kota Sumenep, mengalami kerusakan yakni ambruknya gorong-gorong drainase, di area pembangunan tersebut, dimana usia dari pekerjaan tersebut masih beberapa bulan terakhir ini, dan menyerap anggaran APBD sebesar Rp 3.498.742.000,00, dari pagu paket sebesar Rp. 4.000.000.000.00,-, dengan melalui lelang dengan satua kerja DInas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (PUPR) Kabupaten Sumenep.

Kerusakan tersebut pun mencuri perhatian netizen di media sosial facebook, dimana salah satu warga sekitar memposting kondisi kerusakan, dan ternyata menuai kecaman dari berbagai kalangan warga Sumenep, khususnya warga setempat.

Berawal usai hujan deras yang mengguyur di area kota Sumenep, dengan tiba-tiba di area pembangunan proyek drainase tersebut amblas dan berdampak terhadap rusaknya salah satu bagian rumah warga di Desa Pangarangan tersebut.

 

Postingan kondisi kerusakan proyek pemerintah daerah Sumenep yang telah menghabiskan anggaran milliaran rupiah yang bersumber dari APBD tersebut menuai kecaman dari para netizen Sumenep, dimana postingan kondisi kerusakan yang di posting oleh akun facebook Iphong Temposo, mendapat berbagai respon netizen, yakni seperti

video unggahan Iphong Temposo/facebook

Ucok Tarigan  Pekerjaan pemadatannya yg kurang maksimal..waktunya mepet mungkin segingga tdk maksimal…Begitu hujan tanah yg kurang padat masi berongga akhirnya dipadatkan oleh air hujan sehingga ambles….Kan masih ada masa pemeliharaan yg masih tanggungjawab rekanan…untum memperbaikinya..terkair dgn rumah warga yg mungkin kena dampaknya ya minta penjelasan dari Dinas terkait…

Adi Surya RAchman  Adddoooh… Pas beremma jareya..tak aomor.. Nesser ka warga.. Siapa yg harus tanggung jawab ¿?????

Menanggapi persoalan tersebut, Fadal, LSM Formatif, mengaku sangat kecewa dengan lembaga penyelenggaraan pemerintah tersebut, karena atas kondisi tersebut, masyarakat kembali yang menjadi korbannya, dan menurutnya itulah ulah tidak profesional yang selalu terjadi pada setiap kegiatan pemerintahan daerah Sumenep, karena menurutnya proyek drainase tersebut harusnya tergarap dengan baik, hal tersebut dapat kita lihat dari besaran nilai proyek tersebut, lalu ketika seperti ini kondisinya, kami (warga) harus memberi penilaian seperti apa terhadap penyelenggaraan kegiatan pemerintah tersebut.

” ini ulah tidak profesional, karena proyek tersebut tidak sampai seumuran jagung, namun sudah rusak, lalu warga lagi yang jadi korbannya, padahal seperti kita ketahui, bahwa nilai proyek drainase tersebut sangat fantastis “, ungkap Fadal.

sumber : lpse.sumenepkab.go.id

Selain itu Fadal juga berharap agar lembaga-lembaga yang berwajib, seperti Kejaksaan dan Polres Sumenep juga ikut jemput bola atas persoalan tersebut, dan ikut menyelidiki atas kerusakan proyek yang beranggarkan dari APBD 2018 tersebut, sehingga semua persoalan menjadi jelas, siapa pihak yang dianggap curang dibalik pelaksanaan proyek milliaran rupiah tersebut, karena sangat berpotensi adanya kerugian negara.(ros)

 

About Focus Madura

Lihat Juga

Menatap Pilkada Sumenep 2020, Fauzi-Eva Mantapkan Langkah

  Sumenep-, Menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep pada 9 Desember 2020 mendatang, bakal calon …

PAC IKAPMII Talango Bagikan Puluhan Paket Sembako

Sumenep-, Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1441 H, PAC IKAPMII Kecamatan Talango, Sumenep, …

Jelang Lebaran Ditengah Pandemi, Jurnalis Sumenep Masih Gencar Berbagi Kebaikan

Sumenep-, Pandemi Covid 19 yang tengah melanda Negeri, tak menghalangi para Jurnalis di Kabupaten Sumenep, …

PANDEMI COVID-19, PT GARAM BERIKAN BANTUAN DANA KEMASLAHATAN UMAT

Senin (18/5), ditengah pandemi Covid-19 PT Garam (Persero) terus melakukan aksi sosial kepada masyarakat sekitar. …

Sekian Lama Berharap, Akhirnya Warga Desa Padike Perbaiki Jalan Sendiri

Sumenep-, Tak tahan dengan jalan umum yang rusak sejak puluhan tahun lamanya, Masyarakat Desa Padike, …

Masegit Laju, Masjid Tertua di Sumenep

Sumenep-, Masjid Al-Mukmin Sumenep atau yang lebih dikenal sebagai Masegit Laju menjadi masjid tertua di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *