Minggu , 7 Maret 2021
Home / Sumenep / Banyak Korban Berjatuhan Pada Aksi 22 Di Jakarta, Ini Yang Dilakukan LPI Sumenep

Banyak Korban Berjatuhan Pada Aksi 22 Di Jakarta, Ini Yang Dilakukan LPI Sumenep

Sumenep-ratusan massa aksi dari anggota LPI (Laskar Pembela Islam) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kamis, 23 mei 2019, mengkritisi aksi heroik polri atas gerakan 22 Jakarta yang banyak menimpa korban.
Sambil menyalakan obor dan membentangkan poster yang bertuliskan ucapan terimakasih kepada masyarakat sumenep yang telah memilih prabowo-sandi sebagai calon dan wakil presiden. Massa aksi juga mendoakan para rekannya yang berangkat ke jakarta untuk pergi dan pulang dengan selamat.
Aksi 22 di jakarta saat ini telah banyak menimpa korban, pihak kepolisian yang seharusnya melindungi, menghormati dan mengayomi masyarakat malah menembaki masyarakat .
“Banyak rekan-rekan kita yang datang ke jakarta menjadi korban dari aksi heroik yang dilakukan aparat kepolisian, pihak kepolisian seharusnya melindungi, mengayomi dan menghormati rakyat bukan untuk menembaki rakyat”, ungkap herman pratikto.
Herman pratikto menambahkan, bahwa dirinya tidak terima atas aksi heroik yang dilakukan aparat kepolisian kepada rakyat, kapolri tidak bisa memerintahkan pasukannya untuk tidak melakukan penembakan.
“Saya tidak terima atas perlakuan aparat kepolisian yang menembaki rakyat pada aksi 22 di Jakarta. Kapolri tidak bisa memerintahkan pasukannya untuk tidak menembaki rakyat”
Sementara itu Husin menjelaskan terkait bentangan baliho yang berisikan ucapan terima kasih dari paslon Prabowo Sandi kepada masyarakat Sumenep, dimana paslon nomor urut dua tersebut, dengan perolehan suara pada Pilpres 2019 ini, dengan perolehan suara sebanyak 64,33 % di Kabupaten Sumenep, merupakan sebuah ungkapan rasa terima kasih kpada masyarakat Sumenep yang turut serta memenangkan Prabowo Sandi.
Husin Satria juga menambahkan, aparat kepolisian yang seharusnya mengayomi, melindungi dan menghormati rakyat, bukan untuk menindas rakyat dengan cara menembakinya. Husin yang merupakan purnawirawan TNI, mengugkapkan bahwa dirinya pada saat dinas saja, mempunyai wing komando, sehingga pantang untuk melukai rakyat dengan menggunakan senjata api.
“Saya meminta kepada petugas yang menjaga aksi 22 di jakarta untuk tidak menembaki rakyat, rakyat bukan untuk ditembaki seharusnya rakyat dilindungi”
Dengan dijaga ketat aparat kepolisian, ratusan massa aksi berjalan kaki mengelilingi kota sumenep sambil menyalakan obor, hal tersebut merupakan bentuk kekecewaannya kepada aparat kepolisian yang diduga lakukan aksi heroik dengan menembaki rakyat.(sem)
 

About Focus Madura

Lihat Juga

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Pria di Sumenep Ditemukan Tewas Dalam Sumur Tua Tak Berair

Sumenep- Seorang pria paruh baya di Desa Masran, Kecamatan Bluto, Sumenep-Jawa Timur ditemukan tewas di …

(VIDEO)Pendaftaran Fattah Jasin-Kiai Fikri Belum Usai, Ra-Mamak Dijemput Relawan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *