Rabu , 20 November 2019
Home / Sumenep / Aroma Monopoli Tercium Pada Proses Tender CPHMA Sumenep, LIPK : KPK Harus Pelototin Soal Ini

Aroma Monopoli Tercium Pada Proses Tender CPHMA Sumenep, LIPK : KPK Harus Pelototin Soal Ini

Sumenep-, Aroma tak sedak tercium pada proses tender Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) di LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Sumenep, Madura, Jawa Timur. Diduga ada indikasi perbuatan kecurangan yakni dengan cara pengondisian yang dilakukan oleh oknum, agar pada proses tender tersebut hanya mengarah ke salah satu perusahaan saja.

Hal tersebut didasari oleh adanya persyaratan jika dukungan suplay CPMA harus memiliki hasil laboratorium dan diunggah dalam dokumen penawaran yang diterbitkan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Kemudian juga diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) saja.

“Yang kami pertanyakan adalah yang diterbitkan PUSJATAN. Padahal, tender tahun lalu tidak ada persyaratan itu, sehingga ada beberapa lembaga negara yang berkompeten lainnya yang juga dapat menerbitkan legalitas Komite Akreditasi Nasional, yakni seperti balai kementrian PUPR Jawa Timur , ” kata Saifuddin, Ketua LIPK (Lembaga Independen Pengawas Keuangan).

Saifuddin mengaku mencurigai adanya salah satu perusahaan di Sumenep, yang memiliki akses tunggal di PUSJATAN Bandung, sementara yang berjalan sebelum-sebelumnya, bahwa ada beberapa perusahaan di Sumenep yang lainnya hanya cukup mengaksesnya di balai kementrian PUPR Provinsi Jawa Timur di Surabaya, sehingga dirinya mensinyalir Pemkab Sumenep mengabaikan lembaga negara sekelas Kementrian.

Apabila ini terjadi, sambung dia, maka dimungkinkan akan terjadi praktik monopoli pekerjaan di Sumenep. Bisa saja perusahaan tertentu yang akan mengambil manfaat dalam pekerjaan ini. “Kami menduga pada akhirnya akan terjadi monopoli pekerjaan. Ini yang tidak sehat, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengintai persoalan ini, karena kebijakannya mengarah ke salah satu pihak saja ” ungkapnya.

Saifuddin menuturkan bahwa dari 17 paket kegiatan coldmix atau asbuton lalu dikerjakan oleh satu perusahaan. Sebab, anggarannya terendah sekitar Rp 400 juta hingga Rp 3 miliar lebih. “Dari 17 Paket itu diperkirakan mencapai Rp 40 miliar, ” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya meminta untuk dikaji ulang persyaratan tender tersebut. Sehingga, tidak terjadi monopoli. “Mumpung belum selesai tendernya, Kami hanya ingin minta ada kajian ulang terkait ini. Supaya, tak ada monopoli pekerjaan. Meski hasil Aanwizing persyaratan tak ada perubaha, ” tukasnya.

Kepala LPSE Mustangin saat dihubungi media ini tidak memberikan respon. Saat didatangi ke kantornya juga tidak ada ditempat. “Bapak sedang salat, dan habis ini ada acara,” kata stafnya kepada sejumlah media.

Kepala Dinas PU Bina Marga Eri Susanto belum bisa dikonfirmasi terkait masalah ini. Saat dihubungi melalui sambungan telepon, tidak diangkat. Meskipun nada sambung pribadinya terdengar aktif.(eko)

 

 

About Focus Madura

Lihat Juga

Waspada Begal Payudara Beraksi di Sumenep

Sumenep-, Seorang Wanita di Kabupaten Sumenep Madura, mendapatkan perlakuan tak mengenakkan. Pasalnya payudara wanita tersebut …

Masyarakat Lokal Hingga Tamu Kerajaan Nusantara Nonton Festival Musik Tong – Tong

Sumenep-, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar Festival Musik Tong – tong, Sabtu, 26 …

HUT TNI ke-74, Ini yang dilakukan Polres Sumenep

Sumenep-, Memperingati Dirgahayu TNI ke-74, Kepolisian Resor Sumenep Madura mempersembahkan program SIM Gratis kepada puluhan …

Geram Karena Listrik Tak Kunjung Menyala, Puluhan Masyarakat Gili Raja Demo ke DPMD

Sumenep-, Puluhan masyarakat Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Sumenep, Madura – Jawa Timur menggelar aksi …

Lolos Dari Borgol dan Rantai, Matrawi Kabur Lagi!

Sumenep-, Dua penghuni rutan kelas II B Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kabur, kedua napi …

Oknum ASN Sumenep Diringkus Polisi Saat Pesta Sabu

Sumenep-, Satresnarkoba Kepolisian Resort Sumenep, Madura – Jawa Timur kembali ungkap kasus narkotika jenis sabu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *