Jumat , 26 Februari 2021
Home / Nasional / Ahok Bersitegang dengan Pengusaha: Bapak Jangan Nuduh Saya

Ahok Bersitegang dengan Pengusaha: Bapak Jangan Nuduh Saya

Nada suara calon gubernur Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), meninggi ketika menerima pengaduan dari warga bernama Lourda Hutagalung (60) di markas kampanye Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).

Ketika itu, Lourda mengadu tentang masalah zonasi di tempat usaha kosmetik yang terletak di Jalan Perjuangan Raya, Jakarta Barat.

Lourda mengatakan setelah ada perubahan peruntukan, para pengusaha menjadi semakin sulit mendapatkan izin, di antaranya izin domisili.

“Bagaimana mungkin saya mau buat bapak ibu bangkrut. Kalau sudah percaya itu, jangan mau dibodohi oknum korup,” ujar Ahok menanggapi pengaduan Lourdia.

Ahok kemudian meminta Lourda untuk berkomunikasi dengan staf Ahok bernama Nata Nael.

Ahok tak dapat menutupi kecurigaannya kepada Lourdia.

“Kadang-kadang saya suka suudzon, yang datang ke saya kadang koordinator, kadang-kadang atau yang melanggar,” ujar dia.

Namun, kata Ahok tak tertutup kemungkinan ada oknum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bermain dengan mengubah zonasi tata ruang. Sebab, kasus semacam itu kerap dilakukan oknum untuk mencari uang secara ilegal.

“Ada rumah orang baik-baik kuning, tiba-tiba jadi merah, dimana otaknya? Ada rumah orang kuning, tiba-tiba jadi hijau, bisik, bisik. kami bisa ubah,” kata dia.

Ucapan Ahok kepada Lourdia lama-lama bernada tuduhan.

“Pengusaha ini sebenarnya lebih suka nyogok. Tapi, ketika diperas kebanyakan, akhirnya ngeluh,” kata Ahok.

Mendengar ucapan Ahok, Lourda emosional. Dia tidak terima disebut menyogok pejabat.

Dengan menggunakan microphone, Lourdia meminta Ahok jangan sembarangan menuduhnya.

“Saya sudah berapa hari di sini, gara-gara saya nggak mau nyogok, bapak jangan nuduh saya. Saya sudah nyumbang (buat kampanye) Ahok saja sudah berapa,” kata Lourda yang disusul teriakan “huuu” dari pendukung Ahok.

“Sabar bu, sabar dulu ya, ibu sabar dulu,” kata Ahok.

Ahok mengaku heran kenapa Lourdia melaporkan kasus tersebut hari ini ketika Ahok sudah cuti dari jabatan gubernur untuk kampanye. Menurut Ahok seharusnya masalah tersebut bisa langsung disampaikan kepada Ahok di Balai Kota.

“Makanya saya bingung. Setiap pagi, setengah delapan saya siapkan kursi untuk nerima orang yang (di Balai Kota). Saya bingung saya sudah cuti ngoceh-ngoceh, bingung saya,” kata Ahok.(suara.com)

 

About focus

Lihat Juga

Kapolda Jatim OTT Bisnis Solar Illegal, 4 Nama Perusahaan Negara di Sumenep Ditengarai Terlibat

Sumenep -, Paska Operasi Tangkap Tangan Penyelewengan BBM jenis Solar Subsidi yang di lakukan di …

SENAPATI NUSANTARA Desak Pemerintah Segera Tetapkan Hari Keris Nasional, Ini Kata Tokoh Keris di Negeri Para Empu

Jakarta-, Paguyuban Senapati Nusantara bersama Kemendikbud berharap dan mendukung Pemerintah dalam waktu dekat untuk menetapkan …

LHKPN Kepala Daerah Jatim Diperiksa KPK, LSM Gasak : Jangan Sampai ada Atasnama dan Persoalan Lama Wajib Diproses

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan dalam sepekan ini akan melakukan pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara …

KPK Tangkap Tangan 6 Hakim dan Panitera PN Jaksel

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap penegak hukum. …

Ini Penjelasan BMKG Terkait Kabar Gempa Surabaya-Madura

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara mengenai maraknya kabar yang beredar tentang potensi …

Mendikbud dukung usulan Senapati Nusantara soal Hari Keris Nasional

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Efendi menerima audiensi Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *