Selasa , 18 Mei 2021
Home / Hukum / 6 Kasus Tipikor Mengendap Di Kejari Sumenep Bertahun-tahun

6 Kasus Tipikor Mengendap Di Kejari Sumenep Bertahun-tahun

Kinerja Kejaksaan Negeri Sumenep di pertanyakan

Sumenep- Tercatat sebanyak enam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang ditangani oleh pihak kejaksaan negeri Sumenep jawa timur selama beberapa tahun ini tak kunjung ada kejelasan terkait penanganan dan hasil proses hukum kesekian kasus Tipikor tersebut.

hal tersebut menuai kritikan pedas dari aktifis anti korupsi, Achmad Junaidi, yang menyatakan bahwa masih banyak kasus yang ditangani oleh pihak Kejari Sumenep, namun hingga bertahun-tahun lamanya masih belum selesai, bahkan tidak ada ketransparanan penanganannya, tentang bagaimana proses nya pada setiap kasus-kasus tersebut.

” berdasarkan data yang kami miliki, sejak tahun 2008 ada 6 kasus korupsi yang masuk ke wilayah hukum Kejari Sumenep “, ungkapnya.

Enam kasus tersebut yakni, kasus dugaan Tipikor pengadaan bantuan beras Raskin di 7 kecamatan kepulauan Sumenep (2008), dimana berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Jawa Timur, pada kasus tersebut timbul kerugian negara sebesar Rp. 18.248.891.325, dan sejak Maret 2010, Kejari Sumenep telah menetapkan tersangka R. Ahmad Ahyani, yang juga merupakan pegawai Bulog Sumenep.

Selain itu, yakni kasus dugaan Korupsi pada program pemerintah daerah, berupa pengadaan air bersih senilai Rp. 450 juta, di Desa Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean (2015). Dan kasus dugaan korupsi renovasi lapangan Giling Sumenep, yang bernilai 2 milliard lebih (2013), dan di tahun yang sama juga ada kasus dugaan korupsi pembangunan puskesmas Gapura (2013) yang disinyalir tidak sesuai spek dan Jukni nya, dan kasus dugaan Pungutan liar di SMA II Sumenep, kasus dugaan korupsi

Dari kesekian kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sudah ditangani Kejaksaan Negeri Sumenep, Achmad Junaidi menyimpulkan bahwa penegakan hukum di bumi Sumenep masih lemah, bahkan terkesan lebih tajam kebawah.” terbukti pada setiap kasus kecil yang ditangani Kejari, maka proses nya pun diperpecepat “, imbuh Junaedi.

sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumenep, Rahadian Wisnu Wardana ketika dikonfirmasi terkait mengendapnya kesekian kasus dugaan Tipikor tersebut, tidak dapat ditemui, dengan alasan sedang berada di luar kantor, ketika dihubungi via telephone seluler nya.(faris/Ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

(VIDEO) Kepulauan Sumenep Darurat Narkoba

 

Poros Jalan Desa Buddi Arjasa Berlumpur Bertahun-tahun

Sumenep-, Desa Buddi merupakan salah satu desa yang masuk dalam kecamatan Arjasa, yang terisolir ketika …

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *