Senin , 23 September 2019
Home / Sumenep / Honorer K2 Labrak Bupati Sumenep

Honorer K2 Labrak Bupati Sumenep

focusmadura.com-Abd. Rahman. koordinator honorer K2

Guru Honorer K2 Minta SK Pengangkatan Bupati Sumenep

Sumenep– Sebanyak 10 orang tenaga guru honorer tergabung kedalam Forum Honorer K2 (FHK-2) Kabupaten Sumenep, lurug  kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, kedatangan kekantor Pemkab untuk memperjuangkan nasibnya yang tak kunjung layak sebagai seorang guru. Selasa (12/04/2016)

Sebanyak 10 orang tenaga guru honorer ini langsung masuk menuju ruang rapat, untuk  dikantor Pemkab Sumenep, dan ditemui Bupati Sumenep A. Busyro Karim, Wakil Bupati Achmad Fauzi, Sekretaris Daerah (Sekda) Hadi Soetarto, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) TitikSuryati, Kepala Inspektorat R. Idris, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) A. Sadik, dan pejabat penting lainnya.

Abd. Rahman, selaku koordinator honorer berharap diterbitkan Surat Keputusan (SK) bupati tentang pengangkatan honorer K2. Selama ini, kata Rahman, SK yang dipegang diterbitkan oleh pimpinan instansi terkait. Misalnya K2 itu fokus sebagai pendidik, SK-nya dikeluarkan oleh kepala sekolah tempat ia mengajar.

Selain itu ia berharap insentif tenaga guru honorer K2 dinaikkan menjadi Rp 500 ribu, sebab insentif sebesar Rp 250 ribu tiap bulan ini, seperti tidak manusiawi, karena tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan berharap Pemkab Sumenep mengusulkan kembali ke Pemerintah Pusat agar honorer K2 diangkat menjadi PNS.

Sementara itu, Kepala BKPP Kabupaten Sumenep, Titik Suryati, mengatakan bupati tidak dapat menerbitkan SK yang diharapkan oleh tenaga guru honorer K2, karena Jika dipaksakan, akan terbentur regulasi, dalam PP Nomor 48 Tahun 2005 juncto PP 56 2012 sudah diamanahkan bahwa bupati dilarang mengangkat honorer. “Itu artinya bahwa saat ini bupati tidak boleh mengangkat tenaga honorer baru,” jelasnya.

Sementara terkait kenaikan insentif, Pemkab akan mempertimbangkan hal itu, sebab jumlah honorer K2 sangat banyak, sekitar 1.766 orang, jika kemudian insentif itu dinaikkan, maka belanja pegawai akan membengkak, apalagi belanja pegawai sudah menyedot anggaran 62 persen dari total anggaran yang ada.

“Pemkab akan tetap berusaha honorer K2 diangkat menjadi PNS, bupati sudah mengirimkan permohonan ke Pemerintah Pusar agar honorer K2 diprioritas diangkat PNS saat dilakukan pengangkatan,”tegasnya

Tidak hanya itu, Abd. Rahman menambahkan, para Honorer Kategori 2 ini, menyampaikan kekhawatiran nya pada Dinas Pendidikan Sumenep, jika insentif yang diajukan nya itu dikabulkan, agar pembayaran honor nya tidak disunat, terlebih nanti ada pungutan liar pada masa pencairan insentif nantinya.(sym/ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

Harga Garam Madura Murah, PT. Garam Disinyalir Pecat Buruh

Sumenep-, Diduga dampak dari murahnya harga garam madura yang terjadi saat ini, sejumlah buruh PT. …

Kebakaran Hanguskan Tiga Unit Toko Di Sumenep

Sumenep-, Kebakaran Terjadi di Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura -JawaTimur, Sabtu, 31 Agustus 2019. Akibat kebakaran …

Breaking News : Sebuah Toko Bangunan di Sumenep Hangus Terbakar

Sebuah toko di Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura – Jawa Timur ludes terbakar. Sebuah toko bangunan …

Diduga Ada Pemotongan Dana Insentif, Sejumlah Guru di Salah Satu Sekolah Swasta Mengeluh

Sumenep-, sejumlah guru di salah satu Sekolah swasta di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur mengeluh. …

Gelar Aksi, Pemuda Petambak Garam Minta Presiden Cabut Pernyataan Soal Garam Madura Jelek

Sumenep, Sejumlah pemuda petambak garam di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, jumat pagi mendatangi kantor …

Panitia Pilkades : Dalam Perbup Tak Ada Aturan CAKADES Harus Putra Desa

Sumenep-, Bentrok antar kelompok warga terjadi di Desa Aeng Baja Kenek, Sumenep, Madura, Jawa Timur, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *