Sabtu , 29 Februari 2020
Home / Kepulauan / Mangkrak bertahun-tahun, DBS II Tetap Dipertahankan

Mangkrak bertahun-tahun, DBS II Tetap Dipertahankan

INT-kapal DBS II Mangkrak selama bertahun-tahun

Warga Kepulauan Berharap Ada Kapal Baru Yang Layak

PT Sumekar Line Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep, tetap nekat akan memperbaiki KM Dharma Bahari Sumekar (DBS), setelah mangkrak selama bertahun-tahun, dengan  alasan DBS II sebagai aset daerah.

Hal itu disampaikan oleh Direktur PT Sumekar Line Rasul Junaidi, mengatakan merasa penting untuk melakukan perbaikan KM Dharma Bahari Sumekar DBS II, dengan alasan sebagai aset pemerintah kabupaten Sumenep, ia memastikan tahun ini perbaikan KM DBS II segera selesai perbaikan kapal tersebut, dengan cara melakukan doking dan mengganti peralatan yang sudah rusak.

“kalau nanti biaya operasionalnya tidak cocok dengan, kami tentunya punya cara lain dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan lain,”terangnya Senin (11/04/2016)

Alasanya KM DBS II tidak segera dijual, bukan disebabkan akan mengalami kerugian akan tetapi PT Sumekar Line hanya akan memiliki 1 transportasi laut yaitu DBS I, selain itu juga berkenaan dengan, Surat ijin usaha perdagangan (SIUP), dimana dalam pelayaran diharuskan mempunyai 2 kapal untuk mendapatkan SIUP tersebut.

Ia menambahkan nantinya apabila kapal DBS II sudah dilakukan perbaikan, akan mengakut roda 4, meskipun demikian pihaknya masih akan tetap melakukan kajian mendalam, besar biaya perbaikan dengan pendapatannya,”yang jelas biaya perbaikan DBS II tidak akan menggunakan APBD,”teranganya,

Pihaknya akan mempihak ketigakan perbaikan DBS II, atau melakukan kerja sama dengan pihak perbankan, atau pelayaran lain, karena menurutnya jika menggunakan APBD mempunyai beban psikologi dan tanggung jawab, untuk itu ia menganggarkan perbaikan KM DBS II berkisar kurang lebih Rp 2 Milyar.

Sementara itu, menurut Abd. Rahman, warga Desa Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, bahwa jika pemerintah daerah Sumenep, tetap mempertahankan rencana tersebut, maka kembali lagi, warga Kepulauan di jadikan sebagai ” Anak Tiri “. Karena selain minimnya ketersediaan infrastruktur yang ada di wilayah kepulauan, transportasi antar pulau di Kabupaten Sumenep menjadi sangat penting bagi warga kepulauan di Sumenep.

” kami sudah bersabar selama beberapa periode kepemimpinan beberapa kepala daerah, dan yang kami butuhkan hanya kelayakan transportasi laut saja  “, cetus Rahman.

Seperti diketahui kapal DBS II ini telah mangkrak selama beberapa tahun ini, dan selama beroperasi kapal tersebut sering mengalami gangguan, sehingga terakhir kali nya, kapal tersebut mangkrak dan karatan.(sym/ros/red)

 

 

About focus

Lihat Juga

Nia Kurnia Fauzi Raih Juara 1 Tokoh Perempuan Inspiratif Madura Award 2019

Sumenep-, Menjadi favorit pembaca Jawa Pos Radar Madura, Nia Kurnia Fauzi, Anggota komisi 4 DPRD …

Sebuah Swalayan di Sumenep Terbakar

Sumenep-, Kebakaran terjadi di salah satu swalayan di Kabupaten Sumenep,  Madura, Jawa Timur, Kamis, 28 …

Kadin Sumenep Gelar Musyawarah Kuatkan Komitmen

Sumenep : Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumenep periode 2019-2024 menggelar Musyawarah Kabupaten bertempat di …

Sejumlah Mahasiswa dan Pemuda Kepulauan Sumenep Gelar Aksi ke Kantor Pemkab Sumenep

Sumenep-, Sejumlah Mahasiswa dan Pemuda Kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar aksi di …

(VIDEO) Serunya HKN KE-55, Kampanye GERMAS DINKES Sumenep

Rangkaian HKN ke-55, Dinkes Sumenep Gelar Kampanye Hidup Sehat Sumenep-, Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan …

HUT Ke-6, KFI Wilayah Sumenep Gelar Hunting Bareng

Sumenep-, Dalam rangka HUT (Hari Ulang Tahun) ke 6 Tahun, komunitas Fotografi Indonesia, wilayah Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *