Senin , 23 September 2019
Home / Sumenep / Petani Sumenep Enggan Gunakan Alat Perontok Padi Modern

Petani Sumenep Enggan Gunakan Alat Perontok Padi Modern

focusmadura-alat pertanian modernPetani Di Sumenep Kebanyakan Masih Enggan Gunakan Alat Perontok Padi Modern

SUMENEP — Banyaknya alat pertanian modern yang ada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur rupanya tidak sepenuhnya diterima oleh petani setempat, salah satunya adalah alat perontok padi, pasalnya selama ini kebanyakan para petani masih memilih menggunakan alat perontok tradisional.

Para petani di ujung timur Pulau Madura ini pada umumnya memelihara ternak, sehingga apabila mereka menggunakan alat perontok padi modern pada saat memanen padi, maka tidak bisa memanfaat jerami yang ada untuk dijadikan pakan ternak, sebab ketika menggunakan alat perontok modern potongan jerami yang dihasilkan pendek, sehingga ternak peliharaannya enggan memakannya.

“Ya kalau disini jarang petani yang menggunakan alat perontok padi modern, karena jerami dari padi itu akan diberikan terhadap ternak, makanya banyak yang menggunakan alat perontok tradisional, jadi jerami tetap panjang dan utuh, sebab bulirnya saja yang lepas dari ujung jerami,” kata Musahrul (35) salah seorang petani Kabupaten Sumenep, Jumat (8/4/2016).

Disebutkan, bahwa kebiasaan menggunakan perontok padi tradisional memang sudah sejak dulu, meskipun pada saat ini banyak alat perontok padi modern yang lebih praktis dan tidak membutuhkan tenaga banyak manusia tidaklah mudah diterima oleh petani, sebab jika menggunkan alat tersebut sisa jerami tidak lagi ia gunakan untuk pakan ternak.

“Memang sudah banyak alat perontok padi modern, tapi petani banyak yang tidak mau gunakan itu, karena potongan jeraminya pendek, sedangkan petani juga membutuhkan jerami untuk dijadikan pakan ternak,” jelasnya.

Lebih lanjut dia memaparkan, ketika para petani masih banyak yang memelihara ternak, kemungkinan besar alat perontok padi modern masih sulit diterima oleh para petani, sebab alat tersebut sangat tidak sesuai dengan keinginan petani agar bisa mendapatkan jerami setelah dirontokkan sedang dalam kondisi panjang supaya tetap dapat dimanfaatkan untuk dijadikan pakan ternak.

“Ya meskipun alat itu sudah praktis, tapi setelah melakukan perontokan bulir padi sisa jeraminya pendek, jangan harap bisa diterima oleh semua petani, terkecuali petani yang tidak memelihara ternak,” terangnya.

Selama ini alat perontok padi yang digunakan oleh para petani di daerah ini masih terbilang tradisional, namun alat tersebut hanya ditambah mesin diesel untuk memutar roda kayu yang dipenuhi paku untuk merontokkan bulir padi dari tangkai pohon.(red)

 

About focus

Lihat Juga

Harga Garam Madura Murah, PT. Garam Disinyalir Pecat Buruh

Sumenep-, Diduga dampak dari murahnya harga garam madura yang terjadi saat ini, sejumlah buruh PT. …

Kebakaran Hanguskan Tiga Unit Toko Di Sumenep

Sumenep-, Kebakaran Terjadi di Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura -JawaTimur, Sabtu, 31 Agustus 2019. Akibat kebakaran …

Breaking News : Sebuah Toko Bangunan di Sumenep Hangus Terbakar

Sebuah toko di Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura – Jawa Timur ludes terbakar. Sebuah toko bangunan …

Diduga Ada Pemotongan Dana Insentif, Sejumlah Guru di Salah Satu Sekolah Swasta Mengeluh

Sumenep-, sejumlah guru di salah satu Sekolah swasta di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur mengeluh. …

Gelar Aksi, Pemuda Petambak Garam Minta Presiden Cabut Pernyataan Soal Garam Madura Jelek

Sumenep, Sejumlah pemuda petambak garam di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, jumat pagi mendatangi kantor …

Panitia Pilkades : Dalam Perbup Tak Ada Aturan CAKADES Harus Putra Desa

Sumenep-, Bentrok antar kelompok warga terjadi di Desa Aeng Baja Kenek, Sumenep, Madura, Jawa Timur, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *