Sabtu , 29 Februari 2020
Home / Sumenep / Petani Sumenep Enggan Gunakan Alat Perontok Padi Modern

Petani Sumenep Enggan Gunakan Alat Perontok Padi Modern

focusmadura-alat pertanian modernPetani Di Sumenep Kebanyakan Masih Enggan Gunakan Alat Perontok Padi Modern

SUMENEP — Banyaknya alat pertanian modern yang ada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur rupanya tidak sepenuhnya diterima oleh petani setempat, salah satunya adalah alat perontok padi, pasalnya selama ini kebanyakan para petani masih memilih menggunakan alat perontok tradisional.

Para petani di ujung timur Pulau Madura ini pada umumnya memelihara ternak, sehingga apabila mereka menggunakan alat perontok padi modern pada saat memanen padi, maka tidak bisa memanfaat jerami yang ada untuk dijadikan pakan ternak, sebab ketika menggunakan alat perontok modern potongan jerami yang dihasilkan pendek, sehingga ternak peliharaannya enggan memakannya.

“Ya kalau disini jarang petani yang menggunakan alat perontok padi modern, karena jerami dari padi itu akan diberikan terhadap ternak, makanya banyak yang menggunakan alat perontok tradisional, jadi jerami tetap panjang dan utuh, sebab bulirnya saja yang lepas dari ujung jerami,” kata Musahrul (35) salah seorang petani Kabupaten Sumenep, Jumat (8/4/2016).

Disebutkan, bahwa kebiasaan menggunakan perontok padi tradisional memang sudah sejak dulu, meskipun pada saat ini banyak alat perontok padi modern yang lebih praktis dan tidak membutuhkan tenaga banyak manusia tidaklah mudah diterima oleh petani, sebab jika menggunkan alat tersebut sisa jerami tidak lagi ia gunakan untuk pakan ternak.

“Memang sudah banyak alat perontok padi modern, tapi petani banyak yang tidak mau gunakan itu, karena potongan jeraminya pendek, sedangkan petani juga membutuhkan jerami untuk dijadikan pakan ternak,” jelasnya.

Lebih lanjut dia memaparkan, ketika para petani masih banyak yang memelihara ternak, kemungkinan besar alat perontok padi modern masih sulit diterima oleh para petani, sebab alat tersebut sangat tidak sesuai dengan keinginan petani agar bisa mendapatkan jerami setelah dirontokkan sedang dalam kondisi panjang supaya tetap dapat dimanfaatkan untuk dijadikan pakan ternak.

“Ya meskipun alat itu sudah praktis, tapi setelah melakukan perontokan bulir padi sisa jeraminya pendek, jangan harap bisa diterima oleh semua petani, terkecuali petani yang tidak memelihara ternak,” terangnya.

Selama ini alat perontok padi yang digunakan oleh para petani di daerah ini masih terbilang tradisional, namun alat tersebut hanya ditambah mesin diesel untuk memutar roda kayu yang dipenuhi paku untuk merontokkan bulir padi dari tangkai pohon.(red)

 

About focus

Lihat Juga

Nia Kurnia Fauzi Raih Juara 1 Tokoh Perempuan Inspiratif Madura Award 2019

Sumenep-, Menjadi favorit pembaca Jawa Pos Radar Madura, Nia Kurnia Fauzi, Anggota komisi 4 DPRD …

Sebuah Swalayan di Sumenep Terbakar

Sumenep-, Kebakaran terjadi di salah satu swalayan di Kabupaten Sumenep,  Madura, Jawa Timur, Kamis, 28 …

Kadin Sumenep Gelar Musyawarah Kuatkan Komitmen

Sumenep : Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumenep periode 2019-2024 menggelar Musyawarah Kabupaten bertempat di …

Sejumlah Mahasiswa dan Pemuda Kepulauan Sumenep Gelar Aksi ke Kantor Pemkab Sumenep

Sumenep-, Sejumlah Mahasiswa dan Pemuda Kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar aksi di …

(VIDEO) Serunya HKN KE-55, Kampanye GERMAS DINKES Sumenep

Rangkaian HKN ke-55, Dinkes Sumenep Gelar Kampanye Hidup Sehat Sumenep-, Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan …

HUT Ke-6, KFI Wilayah Sumenep Gelar Hunting Bareng

Sumenep-, Dalam rangka HUT (Hari Ulang Tahun) ke 6 Tahun, komunitas Fotografi Indonesia, wilayah Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *