Selasa , 28 September 2021
Home / Sumenep / Petani Sumenep Enggan Gunakan Alat Perontok Padi Modern

Petani Sumenep Enggan Gunakan Alat Perontok Padi Modern

focusmadura-alat pertanian modernPetani Di Sumenep Kebanyakan Masih Enggan Gunakan Alat Perontok Padi Modern

SUMENEP — Banyaknya alat pertanian modern yang ada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur rupanya tidak sepenuhnya diterima oleh petani setempat, salah satunya adalah alat perontok padi, pasalnya selama ini kebanyakan para petani masih memilih menggunakan alat perontok tradisional.

Para petani di ujung timur Pulau Madura ini pada umumnya memelihara ternak, sehingga apabila mereka menggunakan alat perontok padi modern pada saat memanen padi, maka tidak bisa memanfaat jerami yang ada untuk dijadikan pakan ternak, sebab ketika menggunakan alat perontok modern potongan jerami yang dihasilkan pendek, sehingga ternak peliharaannya enggan memakannya.

“Ya kalau disini jarang petani yang menggunakan alat perontok padi modern, karena jerami dari padi itu akan diberikan terhadap ternak, makanya banyak yang menggunakan alat perontok tradisional, jadi jerami tetap panjang dan utuh, sebab bulirnya saja yang lepas dari ujung jerami,” kata Musahrul (35) salah seorang petani Kabupaten Sumenep, Jumat (8/4/2016).

Disebutkan, bahwa kebiasaan menggunakan perontok padi tradisional memang sudah sejak dulu, meskipun pada saat ini banyak alat perontok padi modern yang lebih praktis dan tidak membutuhkan tenaga banyak manusia tidaklah mudah diterima oleh petani, sebab jika menggunkan alat tersebut sisa jerami tidak lagi ia gunakan untuk pakan ternak.

“Memang sudah banyak alat perontok padi modern, tapi petani banyak yang tidak mau gunakan itu, karena potongan jeraminya pendek, sedangkan petani juga membutuhkan jerami untuk dijadikan pakan ternak,” jelasnya.

Lebih lanjut dia memaparkan, ketika para petani masih banyak yang memelihara ternak, kemungkinan besar alat perontok padi modern masih sulit diterima oleh para petani, sebab alat tersebut sangat tidak sesuai dengan keinginan petani agar bisa mendapatkan jerami setelah dirontokkan sedang dalam kondisi panjang supaya tetap dapat dimanfaatkan untuk dijadikan pakan ternak.

“Ya meskipun alat itu sudah praktis, tapi setelah melakukan perontokan bulir padi sisa jeraminya pendek, jangan harap bisa diterima oleh semua petani, terkecuali petani yang tidak memelihara ternak,” terangnya.

Selama ini alat perontok padi yang digunakan oleh para petani di daerah ini masih terbilang tradisional, namun alat tersebut hanya ditambah mesin diesel untuk memutar roda kayu yang dipenuhi paku untuk merontokkan bulir padi dari tangkai pohon.(red)

 

About focus

Lihat Juga

(VIDEO) Kepulauan Sumenep Darurat Narkoba

 

Poros Jalan Desa Buddi Arjasa Berlumpur Bertahun-tahun

Sumenep-, Desa Buddi merupakan salah satu desa yang masuk dalam kecamatan Arjasa, yang terisolir ketika …

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *